Jumat, 06 April 2012

BONTANG KUALA, PEMUKIMAN NELAYAN YANG RAPI DAN BERSIH

Bila anda berkesempatan berkunjung ke Bontang, Kalimantan Timur, singgahlah ke Bontang Kuala.  Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Bontang dan anda akan menemukan keunikan tersendiri dari daerah yang katanya merupakan asal muasal kota Bontang saat ini.

Ketika akan melaksanakan perjalanan dinas untuk pertama kalinya ke Bontang, Kalimantan Timur, saya coba googling untuk tahu kota yang kaya akan gas alamnya itu seperti apa.  Termasuk kulinernya dan tentunya spot photography-nya.  Dari berbagai referensi di dunia maya tersebut saya menemukan Bontang Kuala, pemukiman nelayan yang merupakan asal muasal dari Kota Bontang saat ini.  Bahkan Mesjid Al Misbah, mesjid yang terdapat di Bontang Kuala, merupakan mesjid pertama yang dibangun di Bontang.
 
 
Peta Bontang Kuala di atas merupakan hasil karya mahasiswa UGM yang melaksanakan kegiatan KKN di Bontang Kuala.  Apa saja yang dapat kita temukan di Bontang Kuala ?  Selain dikenal sebagai pemukiman yang awal sekali di Bontang, Bontang Kuala juga dikenal dengan kulinernya yang khas.  Anda akan menemukan beberapa tempat makan di daerah ini.  Namun karena keterbatasan waktu, saya dan teman - teman tidak sempat mencicipi kuliner khas Bontang Kuala.  Selain kulinernya, yang membuat saya kagum adalah kebersihan pemukiman ini.  Setelah melewati gapura sebagai pintu gerbang ke Bontang Kuala, anda akan disambut dengan deretan kayu ulin yang ditata rapi sebagai jalan yang menghubungkan pemukiman ini.  Selain pejalan kaki, sepeda motor juga diizinkan untuk melalui jalan ini.  Sebagian besar aktivitas warga Bontang Kuala dilaksanakan di atas kayu ulin yang ditata rapi ini, termasuk bermain bola dan layang - layang sebagaimana yang sempat saya saksikan sore itu.






Tidak henti - hentinya saya berdecak kagum akan kebersihan pemukiman ini.  Anda akan sulit sekali menemukan sampah plastik, botol - botol bekas, sampah rumah tangga dan genangan oli di Bontang Kuala ini.  Penduduk disini sepertinya sudah sangat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan.  Air laut di sela-sela pemukiman warga dan yang membelah pemukiman ini bersih sekali.  Berbeda sekali dengan pemukiman nelayan yang pernah saya saksikan di beberapa tempat di Sumatera.





Dalam perjalanan sore itu mengitari Bontang Kuala, saya dan teman - teman pun mendiskusikan tentang bukti kepemilikan atas rumah warga yang dibangun di Bontang Kuala ini.  Melihat bentuk rumahnya yang baik dan bagus arsitekturnya, tidak seperi rumah - rumah nelayan kebanyakan, kira - kira apa bukti kepemilikan mereka ya ?  Pertanyaan itu masih menggantung di benak saya hingga saat ini.



Salah satu buah tangan yang dapat anda bawa dari Bontang Kuala adalah terasi buatan masyarakatnya.  Selain pemukiman, Bontang Kuala juga memiliki fasilitas umum yang dapat dipergunakan untuk menikmati indahnya sore hari di Bontang Kuala.  Ada deretan cafe, tempat makan, lapangan dan panggung untuk pementasan hiburan.  Jangan kaget juga kalau anda menemukan tambak atau kolam milik warga yang memilihara ikan di sekitar rumah mereka.








Tidak terasa sore pun menjelang.  Sayup - sayup saya mendengar azan Maghrib di kejauhan.  Kami pun bergegas mendatangi mesjid tertua di Bontang, Mesjid Al Misbah, untuk bergabung dengan para jemaah lainnya melaksanakan sholat Magrib berjemaah.











































Bila anda ingin mengabadikan keindahan Matahari pagi, Bontang Kuala menawarkan salah satu lokasinya.  Menurut seorang teman yang bertugas di Bontang, Anjungan, salah satu tempat yang ada di Bontang Kuala adalah tempat yang strategis untuk merekam indahnya sunrise di Bontang.  Saya pun mengagendakannya untuk perjalanan berikutnya.  Mudah - mudahan masih dapat kembali ke Bontang.  

Terima kasih kepada Bapak Ikhsan Amin Baso dan Mas Ayun yang telah meluangkan waktu mendampingi mengelilingi Bontang Kuala.