Minggu, 03 Juni 2012

TERPESONA DI TANJUNG AAN, LOMBOK


Perjalanan dinas kali ini kembali membawa saya ke Bumi Mandalika, Lombok.  Setelah melewati perjalanan 1,5 jam dengan maskapai penerbangan pelat merah, akhirnya saya dan rombongan tiba di Bandara Internasional Lombok yang terletak di Praya, Lombok Tengah.  Pak Umar, teman kami yang bertugas di Praya, menjemput saya dan rombongan.  Setelah semuanya berada di mobil, Pak Umar menawarkan field trip selamat datang kepada kami sebelum menghadapi seabrek pekerjaan yang telah menanti di Mataram.  Kami pun setuju, hitung - hitung relaksasi dan tidak enak menolak tawaran yang begitu berharga ini.  Tujuan kami pun mengarah ke salah satu objek pantai di Lombok Tengah.  Awalnya saya mengira tujuan kami adalah Pantai Kuta karena melewati jalan yang sama menuju ke pantai memiliki pasir mirip merica itu.  Namun Pak Umar memilih destinasi yang lain, yang masih bertetangga dengan Pantai Kuta dan memiliki pemandangan yang tidak kalah indahnya dengan Pantai Kuta.



Pantai di daerah Tanjung Aan, Lombok Tengah, itulah tujuan field trip selamat datang kami kali ini.  Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit dari Bandara Internasional Lombok (BIL) kami pun tiba di pantai yang memiliki pasir putih nan bersih.  Penilaian pertama saya untuk Tanjung Aan ini adalah pantainya lebih bersih daripada Pantai Kuta dan lebih indah.  Di sekitar pantai terdapat bukit yang menjorok ke sisi laut, mungkin inilah yang membuat tempat ini disebut Tanjung Aan.  Ingatan saya pun melayang ke sebuah tempat yang hampir sama di sisi Danau Toba, yang dikenal dengan nama Tanjung Unta.  Sebuah bukit yang menjorok ke danau dengan posisi yang mirip seperti Unta sedang duduk istirahat.





Tanjung Aan memiliki pantai sepanjang 2 km dan terdapat beberapa bukit - bukit kecil di sekitar pantai.  Saya dan rombongan pun memutuskan untuk mendaki salah satu bukit yang letaknya tidak jauh dari parkir mobil kami.  Dari atas bukit semakin jelas terlihat keindahan dan kecantikan lansekap Tanjung Aan yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.  Saya pun memutuskan untuk mengeluarkan Canon EOS 500D dengan lensa Tamron 18-270mm VC DiII untuk mengabadikan keindahan tempat ini.








Setelah puas mengagumi keindahaan Tanjung Aan dari atas bukit, saya dan rombongan memutuskan untuk menikmati Kelapa muda yang sudah menunggu di kaki bukit.  Berphoto - photo di atas bukit saat tengah hari ternyata memancing dahaga saya dan rombongan.  Di kaki bukit yang letaknya tidak jauh dari pantai terdapat warung sederhana, tempat warga lokal menjajakan beberapa barang dagangan, seperti Kelapa muda, t-shirt, sarung dan mutiara.  Seperti biasa, para pedagang setempat pun segera mengerumuni kami.  Tidak ingin kehilangan calon pembelinya, tanpa buang waktu lagi mereka pun langsung menawarkan barang dagangannya kepada kami.  Pengalaman berkunjung sebelumnya ke Pantai Kuta membuat saya terbiasa dengan cara mereka ini.  Mungkin saja untuk wisatawan yang baru pertama sekali ke Tanjung Aan akan kaget sekaligus terganggu.  Saya pun memutuskan untuk membeli 1 buah kain sarung dengan motif lokal dari masing - masing pedagang yang sedari tadi mengerumuni saya dan sabar menunggu saya menghabiskan Kelapa muda.  Paling tidak saya sudah punya buah tangan berupa 4 buah kain sarung untuk dibawa ke Jakarta dari 4 pedagang berbeda.






Saatnya mencari makan siang dan meninggalkan Tanjung Aan.  Ada beberapa tempat wisata pantai yang letaknya berdekatan dengan Tanjung Aan, seperti Pantai Kuta, Pantai Selong Belanak, Pantai Mawun dan Pantai Seger.  Dalam hati saya berharap punya kesempatan untuk dapat mengunjungi tempat - tempat tersebut.  Terima kasih kepada Pak Umar yang telah menunjukkan keindahan Lombok kepada kami.